Eka Sherana Maulinissa ( D1E010098 )

Perkembangan Teknologi dan Komunikasi


“ Sejarah Abjad dan Pembabakan Peradaban Manusia”

Pada awalnya manusia menggunakan bahasa gambar untuk berkomunikasi sebelum mereka mengenal bahasa tulis. Bangsa Afrika dan Eropa mengawali pada tahun 3500-4000 sebelum Masehi dengan membuat lukisan di dinding gua sebagai cara untuk berkomunikasi. Namun karena adanya kemajuan zaman dan berkembangnya cara berkomunikasi melalui tanda dan gambar. Manusia pun mulai mengenal adanya abjad atau alphabet. Dengan adanya bahasa tulis tentunya dapat memudahkan manusia untuk berkomunikasi. Bahasa tulis itu sendiri berupa alphabet, alphabet sangat sederhana dan terbatas. Istilah alphabet sendiri berasal dari singkatan 2 huruf pertama dalam sistem alphabet Yunani, yaitu Alpha dan Beta (Mario Pei, 1971). Alphabet yang kita kenal sekarang ini pertama kali dikembangkan oleh bangsa Mesir kuno. Sistem penulisan mereka disebut hieroglyphyc, yang artinya tulisan para pemuka agama. Dalam sistem ini lambang/gambar dipergunakan untuk menyatakan objek/ide-ide. Selanjutnya bangsa Mesir juga menggunakan lambang/simbol untuk menyatakan sebuah huruf, contohnya: air disebut nu, dan dinyatakan dengan lambang riak/gelombang. Selanjutnya mereka menggunakan lambang ini untuk lambang bunyi suara n, yakni bunyi huruf pertama dari kata (dalam bahasa mereka) untuk menyatakan air. Setelah masa itu datanglah bangsa Phonecia, yang mengembangkan sistem alphabet yang sebenarnya, dimana huruf-huruf dipergunakan sebagai lambang bunyi. Huruf-huruf tersebut kebanyakan diambil dari huruf Mesir, tetapi beberapa diantaranya berbeda. Kemungkinan perbedaan ini diambil dari sistem penulisan bangsa Syira. Sistem alphabet bangsa Phonecia memiliki 19 huruf dan tidak memiliki huruf hidup. Bangsa Yunani kemudian mengadaptasi sistem alphabet ini ke dalam struktur anatomi huruf yang lebih teratur dengan menerapkan bentuk-bentuk geometris. Perkembangan yang terpenting dari sistem alphabet ini adalah penerapan pola membaca dari arah kiri ke kanan (Alphabet Phoenician dari kanan ke kiri).

Sejumlah besar bangsa-bangsa, termasuk bangsa Yunani mengadopsi sistem alphabet Phonecia. Bangsa Yunani membuat beberapa perubahan dan menambahkan sejumlah huruf vokal ke dalamnya. Sistem alphabet Yunani ini memiliki 24 huruf. Beberapa (lambang) huruf diantaranya sama seperti yang kita pergunakan sekarang, misalnya huruf N (Nu) dan O (Omicron). Setelah bangsa Yunani selesai mengembangkan sistem alphabetnya, bangsa Romawi mengadopsinya. Mereka juga membuat beberapa perubahan. Mereka menambah dan menghapuskan beberapa huruf dan mengubahnya dengan bentuk huruf yang berbeda. Alphabet Romawi terdiri atas 23 huruf, 3 huruf U, W dan J yang ditemui dalam sistem alphabet kita merupakan tambahan. Huruf U dan W dibuat dari huruf Romawi V yang melambangkan bunyi dari kedua suara tersebut, dan J dari huruf Romawi I. Romawi menaklukkan banyak negara dan oleh karena itulah metode penulisan mereka tersebar luas sampai ke negara kita sekarang ini.

Sistem alphabet kemudian terus berkembang hingga akhirnya bangsa Romawi menyempurnakan ke dalam bentuk huruf yang sebagaimana kita kenal dan gunakan sekarang. Huruf adalah bentuk visual yang dibunyikan sebagai kebutuhan komunikasi verbal (Mario Pei, 1971).

ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZ

Huruf Roman atau yang sering kita sebut sebagai huruf latin memiliki jumlah 26 huruf yang diterapkan sejak abad pertengahan dan digunakan sebagai alphabet dalam bahasa Inggris kontemporer.

Alphabet merupakan bagian terkecil dari sebuah bahasa, jadi alphabetlah yang mengawali adanya penulisan bahasa. Meskipun kemunculan bahasa lebih dahulu dibandingkan alphabet, tapi penulisan bahasa tidak akan terjadi tanpa ditemukannya alphabet. Jadi penemuan alphabet sangat besar pengaruhnya untuk sistem penulisan bahasa di dunia. Alphabet diawali dengan gambar-gambar, kemudian diubah menjadi bentuk yang lebih sederhana. Perubahan dilakukan berkali-kali hingga akhirnya sampai pada sistem alphabet yang kita kenal hingga saat ini. Mungkin beberapa tahun ke depan akan terus ada perubahan atau perkembangan yang terjadi pada sistem alphabet. Hal ini juga disesuaikan dengan perkembangan jaman.

PEMBABAKAN PERADABAN MANUSIA

Dalam perkembangan zaman terdapat pembabakan atau periodisasi peradaban manusia, salah satunya adalah Alvin Toffler. Menurut Toffler, peradaban manusia terdiri dari tiga zaman. Pertama adalah zaman pertanian, zaman industri, dan yang ketiga adalah zaman informasi. Zaman pertanian mencakup aktivitas manusia sejak mulai berburu dan meramu, sampai dengan bertani menetap. Berubahnya aktivitas food gathering menjadi food producing. Revolusi industri yang dilanjutkan dengan dibangunnya pabrik-pabrik berskala menengah dan besar, adalah wilayah kajian zaman industri. Zaman ini mulai ditandai dengan adanya perubahan, yaitu tenaga manusia digantikan oleh mesin. Berbagai sektor kehidupan baru secara massal bermunculan, seperti bisnis, transportasi, dan pendidikan. Tahun 2000, zaman informasi telah mengguncang dunia, bahkan lebih dahsyat dari yang pernah dibayangkan. Zaman informasi ini, menegaskan bahwa jarak geografis tidak lagi menjadi faktor penghambat dalam hubungan antara manusia atau antar lembaga usaha. Berbagai informasi dapat diakses dengan mudah sekaligus cepat. Setiap perkembangan dapat diikuti dimanapun berada. Istilah “jarak sudah mati” atau “distance is dead” makin lama makin nyata kebenarannya. Zaman informasi menyebabkan jagad ini menjadi suatu “dusun semesta” atau “global village”. Zaman informasi yang sudah berkembang sedemikian rupa seperti sekarng ini, hanya mungkin dengan adanya dukungan teknologi. Teknologi inilah yang menyampaikan beragam dan banyak informasi. Teknologi telematika (selama beberapa dasawarsa ini) telah berkembang sehingga mampu menyampaikan (mentransfer) sejumlah besar informasi. Sementara itu, di Indonesia, perkembangan telematika masih tertinggal apabila dibandingkan dengan negara lain. Cina misalnya, kini sudah dapat mendahului republik ini dalam hal aplikasi komputer dan internet, begitupula Singapura, Malaysia, dan India yang jauh meninggalkan Indonesia. Tampaknya masalah political will pemerintah yang belum serius, serta belum beresnya aturan fundamental adalah penyebab kekurangan tersebut. Contoh nyatanya ialah penutupan situs porno dan situs yang menyajikan film fitnah menyusul dengan disetujuinya Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik pada medio 2007 dan awal tahun 2008, oleh Departemen Komunikasi dan Informasi. Keadaan ini merupakan realitas objektif yang terjadi di Indonesia sekarang, tidak termasuk wilayah yang belum tersentuh teknologi telematika, semisal Indonesia Timur yang masih terbatas pasokan listrik. Amat mungkin, beberapa bagian dari wilayah tersebut belum mengenal telematika. Seperti apa wujud Indonesia di masa depan yang terkait dengan telematika, bergantung pada kenyataan sekarang. Selanjutnya masa sekarang ini, dibangun oleh hasil dari perjalanan masa lalu. Untuk yang disebutkan terakhir inilah, makalah ini dihidangkan. Sebagai usaha membuat tulisan sejarah, yang lebih cocok dikategorikan sebagai sebuah tulisan rintisan, boleh jadi akan bersifat subyektif. Dengan demikian, undangan untuk mengembangkan gagasan baru yag lebih segar (up to date) adalah suatu keniscayaan.

0 komentar:

Posting Komentar

Www.Maulinissa.Blogspot.Com. Diberdayakan oleh Blogger.

It's Me

It's Me

Tugas Perkembangan Teknologi dan Komunikasi